Ahmad Rifai Rifan
Penulis 200-an buku best seller, Alumnus Teknik Mesin ITS Surabaya
HATIPENA.COM – Jika usiamu masih 20-30 an dan punya keinginan bikin sesuatu tapi masih maju mundur, saran saya, segera eksekusi. Mulai dari kemampuanmu saat ini.
Jangan nunggu ekspert dulu, nunggu punya modal besar dulu, nunggu ketemu orang se-visi dulu. Gak usah. Mulai saja dulu dengan resource yang kamu punya hari ini.
Saya dulu pingin punya penerbit sendiri. Usia 20-an awal. Masih kuliah. Kuliah pun ngandelin uang beasiswa. Maka saya mulai saja, bikin selebaran. Saya print, dan sebar ke kampus-kampus dan sekolah.
Naskahnya? Nulis sendiri, edit sendiri, layout sendiri, desain kaver sendiri, cetak sendiri, tandatangani sendiri, packing sendiri, kirim ke ekspedisi sendiri. Kamar kost disulap jadi gudang buku.
Buku baru dicetak saat pesanan masuk. Sistem pre-order. Uang cetak buku pertama ya dari pemesan. Segera nyari percetakan termurah. Bulan pertama dicetak 500 buku.
Bulan kedua, ingin nambah cetak, karena optimis permintaan makin besar. Saya pinjam uang teman, kenalan, bahkan dosen. Saya janji sebulan uang kembali. Biar saya punya effort untuk jualan.
Alhamdulillah bulan kedua lebih dari 1000 eksemplar tersebar. Bulan berikutnya nambah cetak lagi, nerbitin buku kedua, dan seterusnya. Alhamdulillah menjadi salah satu bisni yang masih jalan hingga hari ini.
Ada yang bilang, kelak, yang kita sesali bukan karena gagal. Seringnya karena kita gak berani mencoba. Jadi, asal halal dan legal, coba aja. Minimal biar gak penasaran.
Mau ngonten? Langsung pikir ide, buat konten, post. Jelek? Gapapa, yang penting mulai dulu. Gak usah nunggu punya Iphone dulu, mic mahal dulu, dll. Mulai aja dulu.
Biasanya, jalan akan mulai terbuka justru setelah kita melangkah. Ketika kita bergerak, kita jadi tahu apa yang benar-benar kita butuhkan, siapa yang bisa bantu, dan di mana letak kekurangan kita. Semua itu biasanya belum kelihatan kalau cuma dipikir doang.
Banyak orang gagal bukan karena gak punya ide, tapi karena terlalu lama menunda. Jadi, mulai sekarang, coba tanya ke diri sendiri: apa satu hal kecil yang bisa aku lakukan hari ini untuk mendekat ke mimpiku?
Jawab, lalu lakukan. Besok, ulangi. Dan terus begitu. Karena mimpi gak akan jadi nyata karena kita cuma pandai membayangkan. Ia baru terbuka saat kita sudah mulai melangkah.(*)





