Guru Makin Melek Digital, Siswa pun Jadi Semangat Belajar

Pelatihan Desain Interaktif di SMA St. Ignatius Manado

Rosy Daud | Kontributor

Manado, Mudapedia — Suasana SMA Katolik St. Ignatius Manado tampak berbeda pada 30 November 2025. Ruang kelas yang biasanya dipenuhi suara kapur dan spidol, hari itu berubah menjadi laboratorium mini penuh laptop, tampilan visual, dan antusiasme. Tim dosen dari Program Studi Sistem Informasi, FMIPA Universitas Sam Ratulangi hadir untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pendampingan dan Pelatihan Penggunaan Desain Interaktif untuk Mengoptimalkan KBM Sekolah: Inovasi Pembelajaran Digital.”

Kegiatan PKM ini dipimpin oleh Siska Ayu Widiana, M.Kom., bersama dua anggota timnya, Rillya Arundaa, M.Kom., dan Edwin Tenda, M.Kom. Mereka juga menggandeng tiga mahasiswa—Victoria Dwi Leony Sayuna, Agnes Gratia Lengkong, dan Deayanti Friska Magdalena—yang turun langsung mendampingi guru dan siswa selama proses pelatihan berlangsung.

Program ini dirancang sebagai jawaban atas permasalahan nyata yang dihadapi sekolah, terutama keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pembelajaran. Minimnya pemahaman soal desain interaktif membuat proses belajar mengajar sering dianggap monoton dan kurang menarik bagi siswa.

Melalui kegiatan ini, para guru mendapatkan pelatihan intensif tentang penggunaan aplikasi desain interaktif, penyusunan materi berbasis digital, hingga strategi menghidupkan pembelajaran melalui media visual. Siswa pun turut dilibatkan untuk mencoba secara langsung teknologi yang diperkenalkan, sehingga mereka memahami manfaat dan cara penggunaannya dalam aktivitas belajar sehari-hari.

Pelatihan berlangsung dinamis melalui sesi materi, praktik, diskusi, dan pendampingan teknis. Para guru tampak antusias mengikuti setiap tahap, sementara para siswa memberi respons positif terhadap model pembelajaran yang lebih hidup dan interaktif.

Ketua Pelaksana, Siska Ayu Widiana, M.Kom., menegaskan pentingnya inovasi digital bagi dunia pendidikan. “Desain interaktif tidak hanya membantu guru menyampaikan materi dengan lebih menarik, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Kami berharap para guru semakin percaya diri dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam kelas,” ujarnya.

Pihak sekolah menyambut hangat kegiatan ini dan menyatakan kesiapan untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh dalam pembelajaran. Mereka juga berharap kerja sama dengan Universitas Sam Ratulangi dapat terus berlanjut sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Melalui program ini, Universitas Sam Ratulangi menunjukkan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan dunia pendidikan. Kegiatan PKM ini pun menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih interaktif, relevan dengan perkembangan teknologi, dan tentu saja lebih menyenangkan bagi siswa. (*)

Related posts
Tutup
Tutup