Keren! Pemuda Indonesia ini Masuk Forbes 30 Under 30 Asia Tahun 2018

0
46
Pemuda Indonesia Masuk Forbes 30 Under 30 Asia

Orientasi anak muda sekarang yang semula pengen jadi pegawai di suatu perusahaan jadi pengen punya usaha sendiri. Pengennya berdampak bagi orang lain dan buka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Alasan lain mereka ga pengen diatur-atur sama pemilik perusahaan (“yang kadang ngatain ga pake hati hihi”). Bener ga? ­čśÇ

Tahun 2018 ini nih, para anak muda Indonesia kian cemerlang dengan ragam karya dan bisnisnya. Hal ini dibuktikan dengan ulasan dari Majalah Forbes yang mengulas tentang 11 anak muda yang masuk Forbes 30 under 30 Asia. FYI, Forbes itu majalah bisnis populer di dunia saat ini dan para pemuda ini masuk kategori pengusaha muda berpengaruh di Asia.

Bayangin sekece dan dampak sebesar apa tuh mereka sampai masuk daftar bergengsi tersebut? Penasarankan? Langsung saja simak ulasannya berikut ya,

Pemuda Indonesia yang masuk ke daftar Forbes 30 Under 30 Asia?

1. Yohanes Sugihtononugroho dan M. Risyad Ganis (Crowde)

Crowde didirikan tahun 2015 dengan tujuan mengatasi masalah yang dihadapi oleh petani kecil di Indonesia dalam mendapatkan akses ke modal untuk menanam pertanian mereka. Platform investasi digital yang didirikan oleh Yohanes Sugihtononugroho dan Muhammad Risyad Ganis ini memberi petani alternatif dana dari bank dan rentenir. Investor bisa berkontribusi minimal satu dolar untuk mendukung berbagai proyek pertanian yang dapat dipantau secara online. Setelah panen, para investor menerima bagian dari keuntungan tersebut.

2. Dian Pelangi (Fashion Designer)

Mulanya berawal dari penampilannya sehari-hari sebagai perempuan yang berasal dari keluarga muslim. Sejak SD hingga SMA mengenakan hijab dalam segala situasi dan kondisi. Tak hanya itu, Dian ini pernah dipaksa oleh orang tuanya untuk ambil jurusan tata busana yang notabene bukan keinginannya. Siapa sangka, justru hal itulah yang membawanya sampai pada titik ini sekarang.

Diapun masih terus mendalami tentang busana khususnya busana muslim modern nan penuh gaya bagi kawula muda tentunya. Sampai dia menempuh studi mode di luar negeri sembari fokus mengembangkan usahanya dengan produksi style fashion muslim kekinian dan mengikuti pameran busana lokal hingga luar negeri.



3. Brian Imanuel (Rapper)

Siapa sangka anak muda berumur 18 tahun ini, atau yang dikenal Rich Brian masuk ke pasar musik Amerika Serikat. Dia mencetak sejarah sebagai artis Asia pertama yang menduduki posisi pertama di iTunes untuk musik hip hop. Pribadinya yang dulu sempat jadi bagian dari anti sosial itu, sekarang mampu bermanfaat bagi sekitar melalui karya musik alternatifnya tersebut. Melalui suaranya yang proporsional nan merdu dan susunan lirik yang cerdas kini membawanya pada daftar anak muda berpengaruh versi Forbes.

4. Reynold Wijaya (Modalku)

Lahir di keluarga yang mapan sekelas Unifarm Group (induk perusahaan milkita, es kiko dan phino) ini tidak menjadikannya pribadi yang bergantung. Justru dia banting setir dari usaha keluarga tersebut untuk membuat usaha pendanaan peer to peer landing yang bergerak pada jasa keuangan. Konsennya yang begitu besar pada UMKM di tanah air, mengantarkannya pada startup Modalku. Misinya untuk tumbuh bersama pengusaha pemula dengan cara pendanaan inilah yang mengantarkannya pada titik ini.

5. Rorian Pratyaksa (PayAccess)

Menghadirkan alat pembayaran praktis bagi anak muda di daerah Malang. Kini Rorian selaku CEO PayAccess telah menikmati kesuksesannya di usia muda dengan total pengguna terdaftar 415.000. Inovasinya yang menggandeng UMKM, komunitas dan masyarakat lokal khususnya warga Malang tersebut membuahkan hasil manis. Media pembayaran yang semula hanya untuk beli pulsa dan vocer ini telah bertransformasi menjadi mesin pembayaran digital dengan segudang fitur ciamik. Pendirinya pun sekarang diakui oleh majalah bisnis terkemuka sekelas Forbes loh.

6. Jeff & Andrew (Karta)

Melihat jaket pengendara roda 2 yang sering kali hanya digunakan sebagai penghalau rasa dingin. Hal ini menjadi suatu peluang bagi kedua pasangan pemuda ini untuk membuat startup dalam bidang periklanan berbasis kendaraan roda dua. Saat ini, mereka telah sukses merekrut masyarakat untuk menjadi mitranya. Jaket khusus ini akan ditempel iklan dan diukur menggunakan aplikasi. nantinya driver tsb akan mendapatkan upah dari perjalanannya tersebut. Menarik ya, tentu inovasi yang dapat menambah nilai finansial masyarakat melalui busana saat berkendara.



7. Stanislaus Tandelilin (Sale Stock)

Menghadirkan layanan purna jual bagi busana yang ramah kantong dan berkualitas tinggi, menjadikan dirinya terpilh menjadi Forbes 30 Under 30 Asia loh. Tidak hanya itu, layanan e-commerce tersebut juga telah memiliki mitra & kerjasama distribusi mencapai 7.000 lokasi. Kucuran dana dari investorpun mengalir dan mendorongnya untuk berekspansi ke luar negeri.

8. Adrian & Eugine (Puyo & Dessert)

Kakak beradik ini memiliki tekad dan jiwa entrepreneurship yang tinggi. Hal ini terbukti dengan kelihaiannya melihat peluang dari produk yang mereka produksi sekarang. Mulanya berawal dari puding buatan orang tua, dan mereka kreasikan sedemikian rupa sesuai dengan tren yang ada. Siapa sangka? warganet menyukai dan tertarik dengan gaya yang mereka sajikan tersebut. Akhirnya dengan kekuatan internet yang saat itu naik, mengantarkannya pada titik pertumbuhan dan saat ini telah signifikan. Puyo & Dessert itulah brand yang mengantarkan Adrian & Eugine menyabet nominasi Forbes Asia tersebut.

9. Talita Setyadi (B E A U)

Perjalanannya menjadi trendsetter di Jakarta dan dijuluki sebagai The Queen of Pastry, menjadikannya salah satu nominator di salah satu majalah bisnis bergengsi dunia. Talita julukannya telah membuktikan bahwa Usaha Menengah dapat menunjukan eksistensinya. Tumbuh dewasa dan studi di eropa, mendorongnya untuk menciptakan usaha dalam bidang bakery high class nan sehat. Mengingat tren dan gaya hidup masyarakat Indonesia akan mengarah ke kesehatan, inilah peluang yang tepat untuk mengembangkan usaha. Tentu usaha yang tidak sekadar mendatangkan profit bagi pemilik usaha, namun juga memiliki nilai yang meningkatkan nilai konsumennya.



10. Fransiska Hadiwidjana (Prelo)

Mengusung misinya dalam hal mengoptimalkan teknologi ramah lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Maksud dari ramah lingkungan tersebut ialah e-commerce yang didirikannya tersebut bertujuan untuk memutarkan kembali barang bekas layak pakai untuk dijual dan digunakan kembali oleh masyarakat sehingga tidak terbuang sia-sia. Siapa sangka, tidak hanya bergelut di Prelo saja, dia punya beragam peluang dan rekam jejak luar biasa sebagai wanita yang fasih dalam IT. Tak heran, Fransiska masuk dalam pemuda yang menginspirasi menurut Forbes.

11. Marshall & Krishnan (Fabelio)

Kayu? Digunakan sebagai pondasi dalam membangun rumah, kerajinan dan rumah. Nah, bicara tentang furnitur pasti mikirnya perabotan jadul yang dari kayu kalimatan dan jati itukan? Eits jangan salah loh. Usaha besutan dua pemuda yang dinominasi oleh Majalah Forbes 30 Under 30 Asia ini punya keunikan. Selain dari bentuknya yang kekinian, harganyapun ramah kantong dengan kualitas yang baik. Pemuda ini juga dinominasi yang terbaik loh dari sekian banyak pemuda diatas.

Kesimpulan

Pasti salutkan dengan capaian para pemuda tersebut sampe dinominasi oleh majalah bisnis terkemuka sekaliber Forbes ini. Sebagai pemuda kita pasti pengen dong sukses di usia belia dan tentunya berdampak bagi bangsa Indonesia. Namun perjalanan itu harus ditempuh dengan beragam tantangan yang menghadang. Mumpung masih muda, yuk curahkan energi kita untuk berkegiatan positif dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun.

Oiya, jika kamu memiliki pertanyaan dan masukan seputar topik ini dapat berkomentar dibawah ini ya. Semoga bermanfaat dan Selamat merayakan Tahun Baru 2019 Good Vibes!



Leave a Reply