Mustiar Ar | Penulis
Di atas bukit, seekor anjing berdiri gagah
Menyalak seperti kentongan kosong—
Bunyi ribut, isi tak pernah ada.
Ia menggonggong ke bulan Seakan bulan gentar
Padahal bayang pepohonan pun tak bergeser.
Setiap waktu ia tetap bersuara
Karena sunyi membuatnya merasa tak berarti.
Orang-orang di bawah bukit Menyebutnya pemuka,
Dia hanya lapar dipandang.
Begitulah hidup :
Yang keras suaranya sering dikira paling benar. (*)
Aceh, Nov 2025





