Puisi Edi S. Febri
Berikan segelas teh terpahit yang pernah kau buat
Agar aku bisa merasakan nikmatnya hidup yang berwarna
Tak sekedar rutinitas yang tersamarkan sesendok gula
Teh pahitmu
Mengepul harum aroma kesegaran pagi
Meliuk diantara pucuk cemara yang masih berembun
Menggelitik kelelakian
Bangunkan dari tidur panjang setelah lelah bergumul semalaman
ada yang menari
genggam erat jemari
di cawan saling memberi arti
Berikan segelas teh terpahit
Tak usah banyak tanya
Aku sedang tak bersimpati pada semesta (*)
GRINGSING, 20 Mei 2025





