Ilustrasi : Meta AI/ Rizal Pandiya
Oleh: Ahmad Gusairi
MUDAPEDIA.COM – Pergaulan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dalam setiap langkah perjalanan hidup, seseorang akan bertemu dengan banyak orang—ada yang menjadi kawan sejati, ada pula yang hanya datang saat ada kepentingan, dan bahkan ada yang menjadi lawan yang bisa menjatuhkan. Oleh karena itu, mengenali siapa kawan dan siapa lawan menjadi hal yang penting, terutama bagi anak muda di era sekarang.
Di zaman yang serba cepat ini, batas antara kawan dan lawan sering kali kabur. Banyak orang tampak baik di permukaan, tetapi memiliki niat tersembunyi. Sebaliknya, ada pula orang yang tampak keras atau tegas, tetapi sebenarnya menginginkan kebaikan bagi kita. Dalam kondisi seperti ini, kebijaksanaan dalam menilai seseorang menjadi keterampilan yang harus dimiliki agar tidak salah langkah dalam bergaul.
Makna Kawan Sejati
Kawan sejati adalah mereka yang hadir bukan hanya di saat senang, tetapi juga di saat sulit. Mereka adalah orang-orang yang mendukung, memberi nasihat yang baik, dan membantu kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Kawan sejati tidak hanya sekadar menemani di waktu luang, tetapi juga berani menegur jika kita melakukan kesalahan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kawan sejati bisa dikenali dari beberapa sikap berikut:
Selalu Mendukung dalam Hal Positif
Kawan yang baik akan mendukung langkah kita menuju kebaikan. Mereka akan mendorong kita untuk belajar, bekerja keras, dan mencapai tujuan hidup. Jika ada yang mengajak kita melakukan hal buruk, seperti bermalas-malasan, melanggar aturan, atau melakukan tindakan yang tidak bermoral, maka mereka bukanlah kawan sejati.
Berani Mengingatkan Jika Kita Salah
Tidak semua orang berani menegur temannya ketika ia melakukan kesalahan. Kawan sejati bukanlah mereka yang hanya diam saat kita melakukan hal yang salah, tetapi mereka yang berani mengingatkan dengan cara yang baik. Meskipun terkadang teguran terasa menyakitkan, tetapi jika itu untuk kebaikan kita, maka itu adalah tanda bahwa mereka benar-benar peduli.
Tidak Menjauh di Saat Sulit
Salah satu ujian terbesar dalam mengenali kawan sejati adalah saat kita mengalami kesulitan. Banyak orang yang hanya mau dekat ketika kita berada dalam kondisi baik, tetapi menghilang saat kita sedang dalam masalah. Kawan sejati adalah mereka yang tetap ada, memberikan dukungan moral, dan membantu sebisa mungkin ketika kita sedang menghadapi tantangan hidup.
Mengenali Lawan dalam Pergaulan
Tidak semua orang yang ada di sekitar kita memiliki niat baik. Ada orang yang mungkin tampak ramah tetapi sebenarnya memiliki tujuan untuk merugikan kita. Ada pula yang berpura-pura menjadi kawan tetapi sebenarnya iri dan tidak ingin melihat kita sukses.
Lawan dalam pergaulan bisa muncul dalam berbagai bentuk, antara lain:
Kawan Palsu (Toxic Friend)
Ada orang yang mengaku sebagai kawan tetapi sebenarnya hanya memanfaatkan kita. Mereka hanya datang saat butuh bantuan, tetapi menghilang saat kita membutuhkan mereka. Selain itu, ada juga yang selalu membawa pengaruh negatif, seperti mengajak ke dalam kebiasaan buruk atau membuat kita kehilangan fokus dalam mencapai tujuan hidup.
Orang yang Iri dan Dengki
Tidak semua orang senang melihat kita sukses. Ada orang yang mungkin tampak baik di depan, tetapi di belakang mereka berusaha menjatuhkan kita. Mereka bisa saja menyebarkan gosip, menjatuhkan semangat kita, atau bahkan menghambat langkah kita dalam mencapai sesuatu.
Mereka yang Mendorong ke Arah Negatif
Salah satu tanda bahwa seseorang bukan kawan sejati adalah ketika mereka mendorong kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai dan prinsip yang kita pegang. Misalnya, mengajak untuk bolos sekolah, mencoba narkoba, atau melakukan tindakan yang melanggar hukum dan norma sosial.
Bagaimana Menyikapi Kawan dan Lawan?
Setelah mengenali siapa kawan dan siapa lawan, langkah selanjutnya adalah bagaimana kita bersikap terhadap mereka. Tidak semua lawan harus dihadapi dengan permusuhan, dan tidak semua kawan bisa dipercayai sepenuhnya tanpa batas.
Bijak dalam Memilih Lingkungan Pergaulan
Sebuah pepatah mengatakan, “Berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan ikut harum; berteman dengan pandai besi, kita bisa terkena percikan api.” Artinya, lingkungan pergaulan sangat berpengaruh terhadap kepribadian kita. Memilih teman yang baik akan membantu kita berkembang ke arah yang lebih positif.
Tetap Berbuat Baik, Tetapi Jangan Mudah Dipercaya
Dalam kehidupan, kita harus tetap bersikap baik kepada semua orang, termasuk mereka yang mungkin tidak menyukai kita. Namun, bukan berarti kita harus mempercayai semua orang tanpa pertimbangan. Kehati-hatian dalam berbicara dan bertindak sangat diperlukan agar tidak mudah dimanfaatkan oleh orang yang berniat buruk.
Jangan Terbawa oleh Pengaruh Buruk
Jika ada orang yang selalu membawa dampak negatif dalam hidup kita, sebaiknya kita mulai menjaga jarak. Tidak perlu memusuhi mereka, tetapi kita bisa mengurangi interaksi agar tidak terbawa ke dalam kebiasaan yang merugikan diri sendiri.
Jangan Mudah Tersulut Emosi
Ketika menghadapi orang yang iri atau mencoba menjatuhkan kita, emosi bukanlah solusi. Sebaliknya, tetaplah fokus pada tujuan dan jangan terpengaruh oleh perkataan atau tindakan mereka. Kadang-kadang, sikap diam dan tetap maju adalah cara terbaik untuk menghadapi orang-orang seperti itu.
Jadilah Kawan yang Baik bagi Orang Lain
Sebelum menilai siapa kawan dan siapa lawan, kita juga harus bercermin dan bertanya pada diri sendiri: “Apakah aku sudah menjadi kawan yang baik?” Jika kita ingin dikelilingi oleh orang-orang yang baik, maka kita juga harus menjadi pribadi yang baik dalam pergaulan.
Kesimpulan
Mengenali siapa kawan dan siapa lawan adalah keterampilan yang sangat penting dalam menjalani kehidupan. Di era modern yang penuh dengan interaksi sosial, baik di dunia nyata maupun digital, kita harus lebih berhati-hati dalam menilai siapa yang benar-benar bisa dipercaya dan siapa yang hanya datang dengan kepentingan sesaat.
Kawan sejati adalah mereka yang hadir dalam suka dan duka, mendukung dalam hal positif, dan berani menegur jika kita salah. Sebaliknya, lawan dalam pergaulan bisa muncul dalam berbagai bentuk, baik sebagai kawan palsu, orang yang iri, maupun mereka yang membawa pengaruh negatif dalam hidup kita.
Dengan kebijaksanaan dalam memilih teman, menjaga sikap, dan tetap berbuat baik, kita dapat membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan bermanfaat. Sebab, di balik setiap langkah yang kita ambil, kawan yang baik akan menjadi pendorong kesuksesan, sementara lawan yang bijak kita sikapi akan menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan hidup.(*)
*) Ahmad Gusairi adalah penulis artikel yang berdomisili di Toboali dan seorang pengajar SMA Negeri 1 Toboali Bangka Selatan.